Upacara Pembukaan Porseni Harbhapas ke 54 Tahun 2018

Pelepasan balon udara meriah oleh Bapak Kepala Rutan Moh. Ilham Agung Setyawan menandai dibukanya Pekan Olah Raga dan Seni dalam rangka menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke- 54 Tahun 2018 dalam Upacara yang dilaksanakan Pagi ini Rabu, 11 April 2018. Berbagai Kegiatan sedianya akan digelar diantaranya Lomba menyanyi, Pertandingan Olahraga Bulutangkis, Tenis Meja, Catur dan Aneka Permainan Tradisional yang akan diikuti oleh Warga Binaan dan Petugas Pemasyarakatan Rumah Tahanan Negara Batang selama 16 hari kedepan.

Rutan Batang 100% Negatif Narkoba

Seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan dan petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Batang dipastikan negatif narkoba usai menjalani tes urin, Jumat (9/3). Menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batang, acara juga dirangkai dengan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Tidak ada lagi toleransi untuk pengunaan handphone, pungutan liar, dan narkoba (halinar) di Rutan Batang,” ucap Kepala Rutan Barang, Moh. Ilham Agung Setyawan, seraya menegaskan zero halinar merupakan sebuah keharusan yang wajib dicapai.

tes urin WBP Rutan Batang

Ia menjelaskan hasil tes urin yang 100% negatif merupakan indikator bahwa Rutan Batang bersih dari penyalahgunaan narkoba. “Prestasi ini wajib kita pertahankan dengan kerja keras dan tetap waspada demi komitmen pada zero halinar,” ajak Ilham.

Selanjutnya, sosialisasi P4GN menghadirkan sejumlah pemateri dari BNN Kabupaten Batang. Salah satu pemateri, Kompol Safril selaku Kepala Seksi Pemberantasan BNNK Batang, mengapresiasi Rutan Batang atas konsistensinya dalam menjaga komitmen pemberantasan peredaran narkoba.

“Rutan Batang merupakan salah satu instansi terbaik,” pujinya seraya menjabarkan pencapaian Rutan Batang yang selalu negatif dalam tes urin.

This slideshow requires JavaScript.

Wartelsus Rutan Batang Terhubung dengan Alat Sadap

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Batang terus berupaya menjaga komitmen dalam mewujudkan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan yang zero handphone, pungutan liar, dan narkoba (halinar). Rutan yang berada di zona strategis persilangan jalur pantura Kabupaten Batang ini serius menjadi rutan yang bersih dari narkoba dan penggunaan handphone.

“Kami berupaya menutup celah penyalahgunaan handphone dengan memasang jammer di sejumlah titik sehingga seluruh area hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dapat tercover alat tersebut,” ungkap Kepala Rutan (Karutan) Batang, Moh. Ilham Agung Setyawan, Selasa (27/2).

Ia menjelaskan sejak tahun 2010 sarana komunikasi bagi WBP hanya dapat diakses melalui satu pintu, yaitu warung telekomunikasi khusus (wartelsus) yang pelaksanaannya diawasi oleh petugas.

Ilham juga mengungkapkan kini sarana telepon di wartelsus telah terhubung dengan alat sadap sehingga tidak ada pembicaraan WBP yang luput dari pantauan.

“Pemasangan alat sadap ini merupakan wujud nyata bahwa kami tidak main-main dalam mewujudkan Rutan Batang yang zero halinar di setiap lini pelayanan,” pungkas Karutan.

Kakanwil Jateng Tanamkan Integritas pada Tunas Muda Pengayoman

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Ibnu Chuldun, mengingatkan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Batang agar selalu menanamkan integritas di setiap lini kehidupan dan bidang tugas yang diemban. Di hadapan puluhan Tunas Muda Pengayoman, ia mengingatkan agar para CPNS selalu menjadikan integritas sebagai pondasi.

pengarahan Kakanwil Jateng di Rutan Batang

“Ibarat tumbuhan, benih kebaikan yang ditanam pasti akan membuahkan hasil yang baik. Jadi, jangan lelah untuk berbuat baik,” pesan Ibnu di Aula Rutan Batang, Rabu (21/2).

Kepada sejumlah Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan yang hadir, Ibnu memberikan arahan kepada para CPNS mengenai penempatan Unit Pelaksana Teknis di wilayah Pekalingan dan Batang serta menjawab tantangan pekerjaan seperti peredaran narkoba dan handphone dengan tegas dan tanpa kompromi.

“Lakukan tugas dengan iklas dan berintegritas. Ingat, jangan mengeluh dan banyak alasan. Orang yang cerdas adalah orang yang bekerja menggunakan cara,” pesan Ibnu.

Penutupan Kegiatan Pelatihan Keahlian Montir di Rutan Batang kerjasama dengan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Batang

data:image/gif;base64,R0lGODlhAQABAPABAP///wAAACH5BAEKAAAALAAAAAABAAEAAAICRAEAOw==

Usai menjalani rangkaian kegiatan pelatihan mekanik sepeda motor selama 36 hari, sebanyak 20 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Batang dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan sertifikat keahlian dari Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Batang, Selasa (18/4).

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) BLK Kabupaten Serang, Supardi, menyampaikan berdasarkan evaluasi pelaksanaan kegiatan, pelatihan yang telah dimulai sejak tanggal 6 Maret 2017 tersebut menunjukkan hasil yang positif dan seluruh peserta dinyatakan berhasil menyerap materi dengan baik.

“Sertifikat yang diberikan ini merupakan bukti bahwa Saudara sekalian telah menguasai materi dan dianggap mampu menjadi montir sepeda motor,” puji Supardi saat menyerahkan sertifikat keahlian kepada peserta.

Kepala Rutan Batang, Moh. Ilham Agung Setyawan, dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Batang, dalam hal ini UPTD BLK, yang telah bekerja sama dengan Rutan Batang dalam memberikan pelatihan tematik sebagai upaya pembinaan bagi WBP.

“Semoga dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini menjadi langkah awal terjalinnya kerja sama sehingga dapat terus bersinergi dalam upaya pembinaan bagi WBP, termasuk saat mereka kembali ke masyarakat,” harap Beliau.

Gandeng BLK, Rutan Batang gelar Pelatihan Montir

Sebanyak 20 Orang Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Batang mendapat kesempatan untuk menimba ilmu tentang perbengkelan sepeda motor.

Pada acara yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kabupaten Batang pada senin (06/03/17) tersebut dihadiri oleh Karutan Batang beserta Jajaran Strukturalnya.

Menurut Karutan Batang, Moh. Ilham Agung Setyawan, dalam sambutannya menyatakan bahwa program pelatihan yang direncanakan berlangsung selama 36 hari ini merupakan salah satu upaya untuk membina wbp agar dapat menjadi manusia mandiri. “ keberhasilan program pembinaan bagi wbp setidaknya bertumpu pada tiga komponen, yaitu Petugas, WBP dan lingkungan masyarakat. Dan program ini terselenggara karena peran aktif serta dukungan masyarakat yang dalam hal ini adalah pemerintah daerah kabupaten batang melalui UPTD Balai Latihan Kerja”

Karutan Batang juga mengapresiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Batang yang dalam hal ini Dinas DPMPTSP dan Naker selaku instansi yang membawahi UPTD Balai Latihan Kerja yang begitu responsif terhadap proposal yang diajukan dari Rutan Batang untuk mengadakan kerja sama dalam membina warga Binaan. “kami dari Rutan Batang sangat berterima kasih kepada Pemerintah Daerah yang quick respon terhadap kebutuhan kami” demikian ungkap Karutan kepada Kepala Dinas DPMPTSP dan Naker usai membuka gelaran

acara pelatihan tersebut.

“Mbah Bambang” Akhiri Masa Bhakti di Rutan Batang

Setelah 36 tahun mengabdi, Bambang Sriyono akan segera menyelesaikan tugas terakhirnya sebagai Kepala Regu Pengamanan (Karupam) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Batang. Untuk itu, pihak rutan menggelar acara pelepasan jelang purnabhakti Karupam, Senin (27/2).

Mbah Bambang, demikian ia biasa disapa, telah mengambdi sebagai pegawai sejak tahun 1981. Ia mengucapkan salam perpisahan dan permohonan maaf karena per tanggal 1 Maret 2017 mendatang sudah memasuki masa purnabhakti.

Saat penyampaian kesan dan pesan, Kepala Rutan (Karutan) Batang, Moh. Ilham Agung Setyawan, menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi kepada pegawai yang memasuki masa pensiun. “Ibarat lomba lari, Mbah Bambang sudah mencapai garis finish dengan selamat,” ucap Ilham.

Tak lupa, Karutan berpesan kepada seluruh pegawai yang hadir untuk mengambil nilai positif dari momentum ini. “Dengan tantangan pekerjaan yang semakin berat, tidak mudah untuk bisa mengabdikan diri hingga masa purnabakti. Oleh sebab itu, supaya kita semua selamat hingga garis finish dan dapat menikmati masa pensiun dengan nyaman, bekerjalah sesuai aturan dan bertugaslah menurut protap yang ada,” pesannya.